HIKMAH PUASA RAMADHAN DI TENGAH MEWABAHNYA COVID-19

Puasa Ramadan kali berlangsung di tengah pandemi global virus corona, menjadikan sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Apa yang umat Islam dapat pelajari dalam melewati bulan Ramadhan selama masa-masa krisis akibat pandemi, lockdown, karantina, serta social distancing saat ini?

Mengutip Dailysabah.com, Kamis (23/4/2020), berikut ini beberapa hal yang bisa menjadi pelajaran bagi sesama umat Islam dalam mengarungi bulan ramadhan di tengah wabah penyakit Covid-19 yang semakin meluas.

Terima kenyataan dan tegar
Mengeluh mungkin merupakan sifat manusia, tetapi realisme adalah jalan yang harus ditempuh. Jadi, apa hal paling logis untuk dilakukan? Berhentilah merengek dan mulailah lebih tegar. Ya, tahun ini, umat Islam di seluruh dunia memang tidak akan dapat menghadiri acara buka puasa bersama (iftar), tidak bisa shalat tarawih berjamaah, mengaji bersama di masjid, atau pergi keluar ke kedai kopi sepulang tarawih. Tetapi waktu seperti ini bisa diisi dengan aktivitas lain walaupun hanya di rumah.

Digitalisasi tradisi
Kamu mungkin orang paling beruntung yang pernah ada. Karena saat ini kamu bisa memesan makanan secara online, berbelanja online, dan bahkan saling berjumpa teman atau keluarga secara online dengan semua platform media sosial yang kamu miliki. Jadi mengapa tidak menikmati Ramadhan online juga?

Situasi krisis sekarang harus diambil pelajarannya. Salah satunya bisa dengan cara mendigitalisasi tradisi keluarga. Keajaiban teknologi membuat apa yang tidak mungkin puluhan tahun yang lalu menjadi kejadian biasa. FaceTime, Skype, Zoom, WhatsApp, Facebook Messenger, Google Duo dan aplikasi sejenis lainnya akan melakukan semuanya.

Beribadah secara digital
Ramadan tidak hanya tentang puasa dan makanan berbuka puasa, tetapi juga merupakan waktu untuk bertobat dan merenungkan perbuatan yang telah dilakukan. Banyak umat islam biasanya mengaji bersama dan mengikuti tausiyah di masjid-masjid. Di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang, mengapa tidak coba memanfaatkan teknologi seperti di atas yang digunakan untuk bersilaturahmi antar keluarga.

Meningkatkan kualitas hidup bersama
Meskipun salat Tarawih berjamaah di masjid dilarang, kamu sekeluarga di rumah bisa melakukannya sama seperti di masjid. Minimal dua orang cukup untuk Tarawih jama’ah. Jadi, jika di rumah memiliki teman serumah atau pasangan, lakukanlah Tarawih jamaah, ini bisa meningkatkan semangat persatuan dalam kehidupan bersama dan berkeluarga selama.

Tetap waspada akan bahaya virus corona
Mengambil tindakan pencegahan dan waspada akan virus corona terus menjadi kewajiban untuk sementara waktu lebih lama. Perkuatlah rasa saling peduli sesama anggota keluarga untuk rajin mengingatkan cara menjaga diri dari penularan Covid-19. Waspada itu harus, tetapi jangan pernah takut.

Rayakanlah, apa pun yang terjadi
Ramadan adalah waktu yang dinantikan oleh semua umat Muslim di seluruh dunia. Jika melihat keadaan dunia saat ini dari sudut pandang keamanan, lockdown saat Ramadan mungkin menjadi hal pertama dan terpenting yang harus disyukuri.

Mengamati Ramadan tahun ini jelas akan membutuhkan upaya ekstra. Saat tinggal di rumah, semua orang harus terus mematuhi aturan kebersihan. Daripada pergi ke restoran mewah untuk makan berbuka puasa yang mahal, semua orang dapat membuat pesta mereka sendiri.

Jika dilihat dari sudut pandang agama, berhemat sudah menjadi salah satu dari banyak ajaran Islam. Daripada menghabiskan banyak uang untuk makan di restoran, berbuka puasa bersama di rumah dengan menu yang cukup sudah merupakan keberkahan.

Bulan Ramadan kali ini memang banyak pelajaran yang bisa diambil, dan menjadi kesempatan utama untuk merefleksikan diri serta merayakannya bersama orang yang dicintai di rumah, gunakan teknologi untuk berjumpa dengan orang yang penting bagimu namun terpisah oleh jarak. Semoga semua Muslim di seluruh dunia menyambut Ramadan berikutnya dengan lebih baik. *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »