RAPAT KENAIKAN KELAS TAHUN PELAJARAN 2019-2020 SMA SWASTA ISLAM MUTHMAINNAH ENDE.

Muthmainnah, Kamis, 18 Juni 2020

Rapat kenaikan kelas SMA Swasta Islam Muthmainnah Ende tahun pembelajaran 2019-2020 yang bertempat di Kelas XII IPS B dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pemerintah, menghasilkan keputusan penting yang berkaitan dengan tujuan rapat, yaitu peserta didik yang dinyatakan tidak naik kelas berdasakan kriteria yang telah disepakati, dan juga peserta didik yang dinyatakan naik dengan segala pertimbangannya.

Namun disamping itu juga dibahas tentang penerapan Kurikulum 2013 yang belum maksimal, kedisiplinan dan loyalitas guru, dan rencana penerimaan Peserta Didik Baru SMA Swasta Islam Muthmainnah Ende.

Dalam sambutannya, Kepala SMA Swasta Islam Muthmainnah Ende banyak sekali menyampaikan masukan/saran dan kritik yang sifatnya membangun demi majunya SMA Islam Muthmainnah Ende kedepan.

“Guru – guru dalam mengajar harus menerapkan kurikulum 2013 yang dicirikan dengan pengelompokan siswa sebelum mengajar, dan membiarkan mereka untuk mendiskusikan suatu materi. Jangan lagi ada diantara  guru masih menerapkan metode lama yang lebih banyak ke ceramah dan mencatat materi yang sudah ada.” Imbuh Lukman.

“Guru – guru harus disiplin dalam kegiatan belajar mengajar, harus izin dan memberikan tugas jika tidak hadir, mengutamakan kepentingan SMA Islam Muthmainnah Ende dan harus bertanggung jawab serta peduli terhadap lingkungan sekolah.” lanjutnya.

Menyangkut soal salah satu mata pelajaran yang dikritisi oleh siswa, Kepala Sekolah menyatakan bahwa seharusnya guru harus pandai membuat soal dengan memperhatikan mekanisme pembuatan soal. Jangan asal copas di internet. Guru profesional adalah guru yang benar-benar melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai dengan apa yang disyaratkan untuk seorang guru yang mengajar dan berdiri di depan kelas untuk mengajar anak. Kalau ada guru model seperti itu, maka cepat atau lambat mutu sekolah akan anjlok.

“Untuk yang sudah terlewat marilah kita jadikan pelajaran bersama, untuk kedepan di tahun ajaran baru kita benahi semuanya”. timpalnya.

Pelaksanaan ujian secara online adalah sebuah kebijakan mulai dari tingkat pusat sampai ke sekolah, akibat mewabahnya covid-19. Mau tidak mau dan harus mau kebijakan ini diterapkan sebagai upaya untuk menjaga jarak sosial. Peserta didik tahun pelajaran 2019/2020 sangat diistimewakan bahkan mereka diberikan keringanan dalam berbagai hal, termasuk dalam hal kebijakan penentuan kenaikan kelas.

Setelah panjang lebar sambutan kepala sekolah, maka dibacakannya kriteria kenaikan kelas. Bahwasanya siswa yang tidak naik kelas adalah siswa yang tidak mengikuti Ujian On Line dan tidak mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh para guru selama home learning berlangsung. Dalam laporan kepada rapat para guru menyatakan bahwa siswa yang tidak mengerjakan tugas-tugas adalah siswa yang pada masa sebelum pandemi covid-19 sering berbuat onar dan nilai sikap yang sangat buruk atau memiliki riwayat kasus yang lumayan berat untuk ditoleransi.

Kamudian tibalah saatnya dibahas satu persatu per kelas untuk menentukan siapa saja siswa yang bermasalah yang harus didiskusikan untuk menentukan naik atau tidak naik siswa tersebut.

Hasil dari perdebatan alot para dewan guru dan segala pertimbangan pertimbangan yang sudah dipaparkan, maka diputuskanlah terdapat beberapa siswa yang tidak naik kelas, beberapa siswa yang dinaikan tetapi dengan persyaratan harus kembali mengerjakan tugas.

Bagi yang tidak naik kelas, semoga ini menjadi shock therapy bagi mereka agar dapat berubah ditahun ajaran baru nanti” ujar Lukman

Pembagian laporan pendidikan akan dilaksanakan secara online melalui WA anak-anak dengan cara mengetik nomor peserta ujian PAS OL SMA Islam Muthmainnah Ende dan dikirimkan ke nomor WA yang akan disampaikan ke dalam group WA kelas.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »