SMA Swasta Islam Muthmainnah Ende, melaksanakan Upacara Hari Pahlawan Tahun 2017

Wakil Kepala SMA Swasta Islam Muthmainnah Ende Bidang Hubungan Masyarakat ( Wakasek Humas), Ibu Nurjennah Bai, S.Sos, memimpin pelaksanaan  upacara peringatan Hari Pahlawan (Harwan) Tahun 2017 tingkat sekolah. Upacara tersebut digelar di halaman upacara SMA Swasta Islam Muthmainnah Ende yang diikuti oleh Kepala Sekolah, seluruh guru, pegawai dan siswa-siswi SMA Swasta Islam Muthmainnah Ende.

Dari pantauan tim berita Sumur ( Suara Muthmainnah Remaja ), Upacara dimulai pada pukul 07.45 WIB diikuti dengan khidmat mulai dari pengibaran Bendera Merah Putih sampai akhir pembacaan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansyah.

Dalam amanatnya Nur Bay mengatakan (mengutip amanat Menteri Sosial Republik Indonesia), Setiap tanggal 10 November, Bangsa Indonesia memperingati hari pahlawan, sebagai momen reflektif untuk memberi makna atas pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa, dengan menyalakan jiwa kepahlawanan dalam perjuangan mengisi kemerdekaan.

Peringatan tersebut didasarkan pada peristiwa “pertempuran 10 November 1945” di Surabaya, sebagai pertempuran pertama dan terbesar antara pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, dengan memakan korban jiwa yang sangat besar.

Lebih lanjut beliau mengatakan, peristiwa tersebut memberi kita pelajaran moral bahwa warisan terbaik para pahlawan bangsa bukanlah “politik ketakutan”, melainkan “politik harapan”. Bahwa seberat apapun tantangan yang dihadapi dan keterbatasan yang ada, tidak akan menyurutkan semangat perjuangan.

Pengalaman merebut dan mempertahankan kemerdekaan juga menunjukkan betapa spirit perjuangan dan mental-karakter kepahlawanan memiliki daya hidup yang luar biasa dalam menghadapi berbagai rintangan dan penderitaan.

Peringatan hari Pahlawan harus mampu menggali upaya, bukan abunya. Dengan meminjam ungkapan Bung Karno, semangat kepahlawanan itu adalah semangat rela berjuang, berjuang mati-matian dengan penuh idealisme dengan mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.

Semangat kepahlawanan adalah semangat persatuan, persatuan yang bulat-mutlak dengan tiada mengecualikan sesuatu golongan dan lapisan. Semangat kepahlawanan adalah semangat membentuk dan membangun negara

Pada saat acara mengheningkan cipta dibunyikan sirene selama 60 detik, untuk mengenang arwah para pejuang 10 Nopember yang telah berjuang membebaskan kota Surabaya dari belenggu penjajah Belanda.

Dalam upacara tersebut juga dibaca  pesan-pesan dari para pahlawan bangsa, antara lain pesan Bung Tomo dan Gubernur Suryo yang terlibat langsung dengan peristiwa 10 Nopember 1945 tersebut. Pesan Bung Tomo, “Jangan memperbanyak lawan, tetapi perbanyaklah kawan”. (Pidato Bung Tomo melalui Radio Pemberontakan) “Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga.” (Pidato Bung Tomo di radio pada saat pertempuran menghadapi Inggris di Surabaya bulan November 1945). adapun pesan Gubernur Suryo, “Berulang-ulang telah kita katakan, bahwa sikap kita ialah lebih baik hancur daripada dijajah kembali” (Pidato Gubernur Suryo di radio menjelang pertempuran 10 November 1945 di Surabaya)

Upacara berlangsung aman lancar dan tertib. Dan adapun yang menjadi Pemimpin Upacara adalah Risky Sandianto, siswa kelas XII IPS B.  Petugas Pengibar Bendera, masing-masing adalah  Anwar, Kelas XI IPA, Muhammad Idul ( XII IPA ), dan Yuli INdah Setiawati ( Kelas XII Bahasa ). Pembaca UUD 1945, Maria Novalia Nggali Dala ( Kelas XII IPA ), Pembaca Pesan Pahlawan, masing-masing Ega Amartianingsih (Kelas XII IPA ) dan PAtrisius Edwin Dey (Kelas XI IPA),  dan pembaca doa MAgdalena Giovani Miso ( Kelas XII IPS C ). Sedangkan  protokol dan dirigen masing-masing adalah  Intan  ( Kelas XII IPS A ) dan Irnawati Ahmatu ( Kelas XII Bahasa).(@2017sumur).

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »